title: “HACCP Verification” description: “Sistem keamanan pangan HACCP: 4 Critical Control Points, monitoring harian, deviation management, quality check, traceability lot/batch, dan audit trail terintegrasi.”
HACCP Verification

HACCPVerification, QualityCheck, QualityCase, ProductionOrder, LotBatch, dan StockMovement. Setiap batch produksi memiliki digital audit trail yang lengkap — dari bahan baku masuk hingga produk jadi dilepas ke inventory.
Arsitektur HACCP System
Integrasi Sistem HACCP dengan Modul ERP
4 Critical Control Points (CCP)
CCP 1: Penerimaan Bahan Baku
Alur ERP saat penerimaan bahan baku:
- Supplier mengirim bahan baku beserta surat jalan
- Receiver membuat record
QualityCheckdengan nomor otomatisQC-YYYYMMDD-XXX - Inspector melakukan pemeriksaan: suhu, kelembaban, visual, aroma, tekstur, cek tanggal expired
- Jika approved — kuantitas yang disetujui masuk ke
LotBatch(item_type:raw_material) dan stokRawMaterialbertambah - Jika rejected — bahan dikembalikan ke supplier,
QualityCheck.overall_status=rejected - Jika conditional — sebagian diterima, sebagian ditolak; catat
approved_quantitydanrejected_quantity
CCP 2: Proses Pemasakan
Alur ERP saat proses produksi:
ProductionOrderdibuat dengan statusplanned, merujuk ke BOM (Bill of Materials)- Produksi dimulai — status berubah menjadi
in_progress,production_start_timetercatat - Operator mengisi
HACCPVerification: suhu proses (temperature_c), target suhu (target_temperature_c), checklist HACCP digital - Sistem otomatis menilai
temperature_ok(apakah suhu tercapai sesuai target) - Durasi produksi dihitung otomatis (
duration_minutes) dan dibandingkan denganstandard_time_minutesuntuk menentukanefficiency_status - Bahan baku yang digunakan dicatat di
raw_materials_usedbesertainventory_batch_iduntuk traceability penuh
CCP 3: Cooling (Pendinginan)
CCP 4: Packaging
Monitoring Schedule
Harian
Mingguan
Bulanan
Deviation Management
Saat Terjadi Deviasi
Jenis Corrective Actions
Penanganan Quality Case (Non-Conformance)
Ketika terjadi penyimpangan kualitas yang memerlukan investigasi lebih lanjut, sistem membuat recordQualityCase yang terhubung langsung dengan LotBatch terkait. Batch yang bermasalah dapat dikarantina (quarantine) untuk mencegah penggunaan lebih lanjut.
Alur Quality Case:
- Temuan kualitas dilaporkan —
QualityCasedibuat dengan statusopen - Tim QC melakukan investigasi — status berubah menjadi
investigating - Jika perlu hold batch —
hold_requested= true,LotBatch.statusberubah kequarantine - Hold disetujui oleh supervisor —
hold_approved_bydanhold_approved_attercatat - Resolusi ditentukan (rework, dispose, atau release) — status
resolved - Case ditutup — status
closed,resolution_notesdidokumentasikan
Lot/Batch Traceability
Konsep Traceability
Setiap batch produksi memiliki genealogy lengkap — dari bahan baku mana saja batch tersebut dibuat, siapa operator yang memproduksi, kapan diproduksi, dan apakah sudah diverifikasi HACCP. Traceability ini memungkinkan recall cepat dan tepat jika ditemukan masalah kualitas.Alur Traceability End-to-End
Lot Genealogy (Silsilah Batch)
SetiapLotBatch output menyimpan referensi ke lot-lot input yang digunakan melalui field input_lots. Ini memungkinkan penelusuran:
- Forward traceability: Dari bahan baku ke produk jadi — “Bahan baku dari supplier X digunakan di batch produksi mana saja?”
- Backward traceability: Dari produk jadi ke bahan baku — “Produk jadi batch Y dibuat dari bahan baku dari supplier mana?”
input_lots pada LotBatch menyimpan:
lot_iddanlot_numberdari lot inputmaterial_iddanmaterial_namedari bahan yang digunakanquantity_used— jumlah bahan yang dikonsumsiallocation_strategy— strategi alokasi (fifo, fefo, atau manual)identity_snapshot— snapshot identitas canonical bahan saat lot output dirilis
