Sales Forecasting

Cara Kerja
1. Data Collection
Sistem mengumpulkan data:- Penjualan historis (minimal 30 hari)
- Data musiman (harian, mingguan, bulanan)
- Data promosi dan campaign
- Data eksternal (hari libur, event)
2. Pattern Detection
Algoritma mendeteksi pola:- Trend (naik/turun)
- Seasonality (pola berulang)
- Anomaly (pencilan)
- Correlation (hubungan antar variabel)
3. Model Training
Model dilatih dengan data historis:- Split data (train/test)
- Feature engineering
- Model selection (ARIMA, Prophet, LSTM)
- Hyperparameter tuning
4. Forecasting
Model menghasilkan prediksi:- Point forecast (nilai tunggal)
- Confidence interval (rentang nilai)
- Probabilistic forecast (distribusi)
Fitur Utama
Multi-Period Forecast
Harian (7 Hari)- Forecast per hari untuk 7 hari ke depan
- Confidence interval 80% dan 95%
- Breakdown per produk atau kategori
- Forecast per minggu untuk 4 minggu ke depan
- Trend analysis
- Seasonal adjustment
- Forecast per bulan untuk 12 bulan ke depan
- Year-over-year comparison
- Long-term trend
Breakdown Level
Per Produk- Forecast untuk SKU individual
- Cocok untuk stock planning
- Akurasi tinggi untuk produk fast-moving
- Forecast per kategori produk
- Cocok untuk category management
- Lebih stabil daripada per produk
- Forecast per sales channel
- Cocok untuk channel strategy
- Identifikasi channel terbaik
- Forecast per lokasi/gudang
- Cocok untuk multi-location planning
- Optimasi distribusi stok
Confidence Interval
Sistem menyediakan 2 level confidence:- 80% CI: Rentang narrow, untuk planning konservatif
- 95% CI: Rentang wide, untuk planning agresif
What-If Analysis
Simulasi skenario berbeda:- Best Case: Jika semua berjalan optimal
- Worst Case: Jika ada gangguan (supply, demand)
- Base Case: Skenario paling mungkin
Cara Menggunakan
1. Buka Forecasting Dashboard
- Menu: AI & Analitik > Sales Forecasting
- Pilih periode forecast (7 hari / 4 minggu / 12 bulan)
2. Atur Parameter
- Level: Produk / Kategori / Channel / Lokasi
- Filter: Pilih produk, kategori, atau lokasi spesifik
- Confidence: 80% atau 95%
- Scenario: Base / Best / Worst case
3. Generate Forecast
- Klik Generate Forecast
- Tunggu proses (biasanya < 30 detik)
- Lihat hasil dalam bentuk chart dan tabel
4. Analisis Hasil
- Lihat chart forecast vs actual
- Baca confidence interval
- Bandingkan skenario
- Export ke Excel atau PDF
5. Apply ke Planning
- Gunakan forecast untuk stock planning
- Integrasikan dengan purchase order
- Setup auto-reorder berdasarkan forecast
Akurasi
Akurasi forecast tergantung beberapa faktor:- Kualitas data: Data historis yang lengkap dan akurat
- Stabilitas pasar: Pasar stabil lebih mudah diprediksi
- Seasonality: Pola musiman yang konsisten
- Horizon: Forecast jangka pendek lebih akurat
- 7 hari: 90-95% akurasi
- 4 minggu: 85-90% akurasi
- 12 bulan: 75-85% akurasi
Integrasi
Sales Forecasting terintegrasi dengan:- Inventory: Auto-reorder berdasarkan forecast
- Manufacturing: Production planning berdasarkan forecast
- Finance: Revenue projection berdasarkan forecast
- Procurement: Purchase order berdasarkan forecast
Tips
- Update data historis secara berkala
- Review akurasi forecast vs actual
- Adjust parameter jika akurasi rendah
- Gunakan multiple scenarios untuk planning
- Kombinasikan forecast dengan judgment bisnis
