title: “Workspaces” description: “Manajemen dan navigasi antar workspace tim dan departemen untuk kolaborasi lintas fungsi.”
Workspaces

Workspace vs Workspaces
Struktur Workspace
Tipe Workspace
Konsep Utama
Workspace dan Company
Setiap workspace selalu terasosiasi dengan sebuah Company (perusahaan). Workspace personal (is_personal = true) dibuat secara otomatis untuk setiap user dan tidak terikat pada company tertentu. Workspace kolaboratif (is_personal = false) selalu berada di bawah naungan sebuah company dan diwarisi konfigurasi serta permission dari company tersebut.
Personal vs Kolaboratif
Workspace Owner
Setiap workspace memiliki seorang owner yang tercatat di fieldowner_id. Owner memiliki kontrol penuh atas workspace termasuk pengaturan konfigurasi, pengelolaan anggota, dan keputusan untuk mengarsipkan workspace. Sebuah workspace dapat memiliki multiple owners — role owner pada WorkspaceMember bisa diberikan ke lebih dari satu anggota.
Komponen Utama
1. Daftar Workspace
Tampilan semua workspace yang tersedia dengan informasi kunci:2. Indikator Aktivitas
Setiap workspace memiliki indikator visual untuk membantu kamu memprioritaskan:3. Pencarian & Filter
4. Buat Workspace Baru
Jika kamu memiliki akses admin, kamu bisa membuat workspace baru:
Workspace Creation Flow:
Cara Akses
Flow Penggunaan
Perizinan Akses
Permission Resolution Flow:
Workspace Hierarchy
Tips
- Buat workspace terpisah per departemen supaya tugas dan diskusi tetap terorganisir dan tidak tercampur
- Perhatikan badge jumlah tugas pending di setiap workspace untuk tahu workspace mana yang butuh perhatian kamu saat ini
- Kamu bisa menjadi anggota beberapa workspace sekaligus — berpindah-pindah sesuai kebutuhan kerja hari ini
- Arsipkan workspace yang sudah tidak aktif supaya daftar workspace tetap rapi dan fokus pada yang relevan
- Gunakan workspace project untuk inisiatif lintas departemen yang memiliki deadline jelas, supaya kolaborasi lebih terstruktur
- Set workspace default yang paling sering kamu gunakan supaya setiap login langsung masuk ke workspace yang tepat
Entity Relationship Diagram
Entity Schema Tables
Workspace
Workspace Settings (Nested Object)
WorkspaceMember
WorkspaceMember Permissions (Nested Object)
Company
User
CompanyMember
Workspace Lifecycle
Sequence Diagrams
Flow 1: Membuat Workspace Baru
Flow 2: Mengundang Anggota ke Workspace
Flow 3: Beralih Antar Workspace
Enum Reference Tables
Workspace Enums
settings.default_task_priority
WorkspaceMember Enums
role
User Enums
role
subscription_plan
membership_duration_type
admin_type
admin_tier
Company Enums
industry
owner_subscription_plan
settings.batch_allocation_strategy
settings.spoilage_default_treatment
settings.tax.mode
settings.tax.rounding
CompanyMember Enums
role
status
RBAC Permission Matrix
Workspace-Level Permissions
Berdasarkan roleWorkspaceMember.role:
*) Dapat dikonfigurasi per-member melalui fieldpermissionsdiWorkspaceMember.
Company-Level Permissions (Ringkasan)
Berdasarkan roleCompanyMember.role dan field permissions:
*) Tergantung konfigurasi permissions individual oleh admin/owner.
WorkspaceMember Granular Permissions
Fieldpermissions di WorkspaceMember memungkinkan konfigurasi hak akses per-individu:
Best Practices
Struktur Workspace yang Direkomendasikan
- Mulai dari departemen — Buat workspace untuk setiap departemen utama (Sales, Inventory, Finance, Produksi, HR)
- Tambahkan sub-workspace — Untuk tim besar, buat workspace child di bawah departemen (misal: Tim B2B di bawah Sales)
- Gunakan workspace project — Untuk inisiatif temporer dengan deadline, buat workspace project yang bisa diarsipkan setelah selesai
- Workspace cabang terpisah — Setiap lokasi fisik sebaiknya memiliki workspace sendiri untuk pelacakan operasional
Manajemen Anggota
- Prinsip least privilege — Berikan role
viewerataumemberdengan permission minimal, escalate hanya jika diperlukan - Review berkala — Cek daftar anggota workspace secara berkala, hapus yang sudah tidak relevan
- Gunakan granular permissions — Untuk anggota tertentu yang butuh akses lebih, set permission individual tanpa harus mengubah role
- Dokumentasikan via description — Gunakan field
descriptiondiWorkspaceMemberuntuk mencatat peran spesifik anggota di workspace
Pengaturan Workspace
- Set
default_task_prioritysesuai konteks — Workspace operasional mungkin cocok denganhigh, workspace planning cocok denganmedium - Kontrol
allow_public_sharing— Matikan untuk workspace yang menangani data sensitif - Gunakan
colordanicon— Memudahkan identifikasi visual saat berpindah-pindah workspace
Related Documentation:
