Skip to main content

title: “Budget Planner” description: “Perencanaan anggaran dengan 4 periode, alokasi per kategori, monitoring real-time, variance analysis, dan alert system di SNISHOP ERP.”

Budget Planner

Budget Planner Budget Planner membantu perusahaan merencanakan dan mengontrol anggaran secara terstruktur. Sistem mendukung 4 periode budget (weekly, monthly, quarterly, yearly), alokasi per kategori expense Indonesia, monitoring real-time dengan alert threshold (default 80%), dan analisis variance antara planned vs actual. Setiap kategori budget terhubung langsung dengan FinancialRecord untuk tracking realisasi otomatis.

Arsitektur Budget Planner

Entity Budget

Field Budget

4 Periode Budget

Kategori Budget

11 Expense Categories (Indonesian)

Create Budget

Step-by-Step

  1. Klik “Create Budget”
  2. Isi form:
  1. Save budget
  2. Sistem mulai track actual_amount dari FinancialRecord

Template dari Periode Sebelumnya

Sistem menyediakan template berdasarkan anggaran periode sebelumnya:
  1. Klik “Create from Template”
  2. Pilih periode sebelumnya
  3. Sistem copy budget lama
  4. Edit jika perlu
  5. Save sebagai budget baru

Monitoring Real-Time

Dashboard Budget

Visual Indicators

Alert Levels

Auto-Update

actual_amount diupdate otomatis setiap ada FinancialRecord baru dengan kategori yang sama dalam periode budget.

Variance Analysis

Calculation

Interpretation

Variance Report

Trend Analysis

Historical Comparison

Bandingkan budget vs actual dari beberapa periode:

Trend Visualization

  • Line chart: Planned vs Actual over time
  • Bar chart: Variance per category
  • Pie chart: Distribution per category

Reporting

Budget Summary

Category Detail

Export

Best Practices

Planning

  • Libatkan kepala departemen saat menyusun anggaran
  • Gunakan data historis sebagai referensi
  • Set realistic targets
  • Include buffer untuk unexpected expenses

Monitoring

  • Review budget mingguan/bulanan
  • Investigasi variance signifikan
  • Adjust budget jika ada perubahan bisnis
  • Track seasonal trends

Control

  • Enforce approval workflow untuk expense besar
  • Monitor alert thresholds
  • Document justification untuk over-budget
  • Regular variance analysis

Entity Relationship Diagram (ERD)

Berikut adalah diagram relasi antar-entity yang terlibat dalam modul Budget Planner. Relasi utama menghubungkan Budget dengan TransactionCategory (melalui field category) dan FinancialRecord (yang mereferensikan kategori yang sama sehingga actual_amount dapat dihitung otomatis).

Penjelasan Relasi

  • Budget → TransactionCategory: Setiap Budget mereferensikan satu TransactionCategory melalui field category. Kategori ini harus bertipe expense dan mode business untuk budget perusahaan.
  • Budget → FinancialRecord: Budget tidak langsung memiliki relasi foreign key ke FinancialRecord. Sebaliknya, sistem melakukan matching otomatis berdasarkan kesamaan category dan overlap tanggal (start_date ≤ FinancialRecord.date ≤ end_date). Setiap FinancialRecord bertipe expense dengan kategori yang sama akan menjumlahkan amount-nya ke actual_amount Budget.
  • TransactionCategory → FinancialRecord: Setiap FinancialRecord mereferensikan sebuah TransactionCategory melalui field category, yang menentukan klasifikasi pengeluaran/pemasukan.

Complete Entity Schema — Budget (12 Fields)

Tabel berikut mencakup seluruh 12 field pada entity Budget sesuai definisi JSONC, termasuk tipe data, constraint, default value, dan penjelasan lengkap.

Constraint & Validasi


State Diagram — Budget Lifecycle

Budget memiliki lifecycle yang diatur oleh field status dan persentase penggunaan (actual_amount / planned_amount × 100%). State diagram berikut menggambarkan transisi status budget berdasarkan kondisi realisasi.

Penjelasan State


Budget vs Actual — Flow Diagram Perbandingan

Diagram berikut menggambarkan alur lengkap bagaimana data Budget dan Actual dibandingkan, dari input budget awal hingga menghasilkan laporan variance.

Penjelasan Alur (Bahasa Indonesia)

  1. Input Budget: User (biasanya manager atau admin keuangan) membuat budget baru dengan menentukan kategori pengeluaran, jumlah anggaran yang direncanakan (planned_amount), periode budget, dan threshold untuk alert.
  2. Pengumpulan Data Actual: Setiap kali ada pengeluaran (FinancialRecord bertipe expense) yang dicatat — baik manual, dari POS, dari invoice, atau dari modul lainnya — sistem akan mencocokkan kategori dan tanggalnya dengan budget yang aktif. Jika cocok, amount dari FinancialRecord ditambahkan ke actual_amount budget.
  3. Kalkulasi & Monitoring: Sistem secara real-time menghitung persentase penggunaan (usage %), variance (selisih antara planned dan actual), dan membandingkannya dengan threshold yang telah diset.
  4. Alert & Reporting: Berdasarkan perbandingan usage % dengan alert_threshold, sistem menentukan level alert dan menghasilkan laporan untuk manajemen.

Alert Threshold — Tabel Detail dengan Color Coding

Tabel berikut menjelaskan secara detail setiap level alert, warna indikator, kondisi pemicu, dan tindakan yang harus dilakukan oleh user.

Contoh Visualisasi Threshold pada Dashboard


Sequence Diagram — Budget Creation, Tracking, dan Alerting

1. Budget Creation Flow

2. Real-Time Tracking Flow

3. Alert & Notification Flow


Perbandingan Entity — Budget vs FinancialRecord vs TransactionCategory

Tabel berikut membandingkan ketiga entity utama yang terlibat dalam modul Budget Planner, untuk membantu developer memahami tanggung jawab masing-masing entity.

Ringkasan Alur Data End-to-End (Bahasa Indonesia)

Berikut adalah ringkasan alur data lengkap modul Budget Planner dari awal hingga akhir, dijelaskan dalam Bahasa Indonesia untuk memudahkan pemahaman stakeholder non-teknis.

Tahap 1: Persiapan & Setup

Perusahaan PT Selera Pedas Nusantara (Quinn of Spicy) pertama-tama menyiapkan kategori transaksi (TransactionCategory) untuk semua jenis pengeluaran yang relevan dengan bisnis F&B, seperti bahan baku (cabai, bawang, ayam), gaji karyawan, biaya operasional (listrik, air, sewa), dan lain-lain. Total terdapat 11 kategori expense yang tersedia secara default.

Tahap 2: Pembuatan Budget

Manager atau admin keuangan membuat Budget untuk setiap kategori pada periode tertentu. Misalnya: “Budget Bahan Baku bulan Januari 2026” dengan planned_amount = Rp 15.000.000, period = monthly, dan alert_threshold = 80%. Sistem menyimpan budget ini dengan status = "active" dan actual_amount = 0.

Tahap 3: Tracking Realisasi

Setiap kali ada pengeluaran yang dicatat di SNISHOP ERP — baik melalui input manual, transaksi POS, invoice pembelian, atau modul lainnya — sistem secara otomatis:
  1. Mencocokkan kategori pengeluaran dengan budget yang aktif
  2. Memastikan tanggal pengeluaran berada dalam rentang start_date hingga end_date budget
  3. Menambahkan amount pengeluaran ke actual_amount budget yang sesuai
  4. Menghitung persentase penggunaan (actual_amount / planned_amount × 100%)

Tahap 4: Monitoring & Alert

Sistem continuously memantau persentase penggunaan setiap budget aktif:
  • Jika usage ≤ 80% (default threshold): indikator hijau, semua aman
  • Jika usage 80-100%: indikator kuning, sistem mengirim notifikasi warning
  • Jika usage > 100%: indikator merah, sistem mengirim alert kritis dan menyarankan investigasi

Tahap 5: Analisis & Reporting

Di akhir periode (atau kapan saja), manajemen dapat melihat:
  • Budget vs Actual Report: Perbandingan planned vs actual per kategori
  • Variance Analysis: Selisih dan persentase deviasi
  • Trend Analysis: Perbandingan antar periode untuk identifikasi pola
  • Export: Laporan dapat diexport ke PDF (untuk presentasi), Excel (untuk analisis lanjutan), atau CSV (untuk integrasi sistem lain)
Data dari budget yang telah selesai (status = "completed") digunakan sebagai referensi untuk menyusun budget periode berikutnya, menciptakan siklus perencanaan yang terus membaik (continuous improvement).